Kamis, 01 November 2007

Benarkah Romantisme Itu Berlebihan?

Jika saat ini anda masih single atau sedang mempersiapkan diri untuk menikah, maka artikel ini pas untuk anda... Dalam sebuah hubungan percintaan, pria dan wanita umumnya berpikir dengan cara yang berbeda dan mempunyai sudut pandang yang berbeda pula dalam mengungkapkan maksud mereka. Kesadaran akan hal ini jugalah yang akhirnya menyebabkan banyak buku yang mengangkat tema perbedaan antara pria dan wanita ini (serta bagaimana menyikapi berbagai perbedaan tersebut) laris manis di pasaran.

Salah satu masalah umum yang sering terjadi adalah, para wanita mengeluh bahwa pria pasangan mereka tidak cukup romantis, dan nasehat yang diterima para pria seperti ini:

"Kamu mengajaknya ke tempat yang salah untuk makan malam kencan pertama..."


" Kamu belum menghubungi atau mengirim sms padanya untuk mengucapkan selamat malam.."

"Kamu lupa hari jadian kalian..."

"Kamu tidak pernah memberikan kejutan padanya.. ."

Kamu tidak melakukan ini dan kamu tidak mengatakan itu... bla bla bla...


Kadang pria benar-benar tulus mengasihi pasangannya namun mereka memang tidak langsung mengerti keinginan dan harapan wanita, dan mayoritas pemahaman serta perspektif pria memang tidak sejalan dengan pemahaman wanita mengenai cinta dan
romantisme. Para pria yang sudah mengetahui bahwa wanita secara instingtif membutuhkan rasa aman, sadarilah bahwa jika anda memperlakukan pasangan wanita anda dengan romantis, sikap anda itu membuat dia merasa aman, disayangi, dan dihargai. Sehingga secara alamiah, dia akan lebih terbuka pada anda dan tidak terlalu mempermasalahkan lagi hal-hal sepele yang biasanya menjadi topik pertengkaran anda dengannya. Kesimpulannya, anda sendirilah yang akan mendapatkan keuntungan dari
pasangan wanita yang bahagia karena merasa aman, dicintai dan dihargai oleh anda.

Romantis: penting yah?

Kebanyakan pria tidak mengerti arti penting dari romantisme yang terlihat sepele ini. Mereka mungkin bekerja keras sepanjang hari dan pulang ke rumah saat malam tiba, dan mereka menganggap itu adalah ekspresi cinta terbesar mereka terhadap istrinya.
Hmm... sounds so familiar?

Perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa romantisme yang sesungguhnya tidaklah berlebihan, yang berlebihan adalah romantisme yang tidak tulus. Misalnya, bayangkan saja seandainya ada seorang pria yang mengajak seorang wanita keluar untuk pertama kalinya, dia memberinya seikat bunga, mengajaknya ke restoran mahal, dan menghadiahinya dengan cincin... apakah menurut anda wanita itu akan terkesan? Ya tentu saja dia akan merasa tersanjung, tapi tidak akan jatuh cinta begitu saja pada pria itu. Semua sikap itu memang "romantis" jika dilihat dari luar. Tapi itu bukan cinta, karena si pria terkesan lebih mengutamakan untuk menghabiska n uangnya demi membuat si wanita terkesan, dibanding berusaha untuk mengenal si wanita lebih jauh. Lagipula, kebanyakan gambaran dan ide-ide tentang arti "romantis" yang kita punya itu berasal dari iklan-iklan, dan juga film-film Hollywood...

Selain itu, ada juga "romantisme" yang dilakukan oleh seseorang yang sebagian besar hanya untuk memberi makan egonya sendiri. Contohnya, ada seorang pria yang melakukan hal-hal "romantis" seperti menulis surat dan puisi pada si wanita, memasak makan malam untuk mereka berdua, dan memesan meja di restoran untuk candle light dinner, menyusun deretan bunga mawar membentuk nama si wanita... Hmm... terkesan sangat romantis kan? Tapi, tidakkah aneh, jika dia kemudian merasa bangga secara berlebihan karena telah melakukan semua "romantisme" itu dan berkata, "Aku suka melakukan hal-hal yang romantis, kamu juga berpikir aku ini orang yang romantis kan?" Errr....

Romantisme dengan cinta

Bersikap romantis pada orang yang kita cintai itu justru tidak berlebihan sama sekali. Malah kenyataannya sering dianggap remeh dan tidak penting. Terutama bagi orang-orang yang terlalu sibuk sampai tidak sempat merasakan sejuknya pagi hari, mencium harumnya bunga, atau memandangi langit sore yang kemerahan... Kalau saja kita bisa meluangkan waktu sebentar saja untuk bersikap romantis pada diri kita sendiri dan pasangan kita setiap hari, dan menambahkan hal-hal sederhana yang manis pada kehidupan pernikahan yang rutin, hubungan kita dengan pasangan kita akan lebih erat dan lebih menyenangkan.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa romantisme hanya menciptakan harapan-harapan yang tidak adil dan tidak realistis dari pasangan anda. Tapi sebenarnya tidak, karena cinta itu sendiri berarti melakukan usaha yang terbaik, mengutamakan kepentingan dan kebahagiaan orang yang dicintai, dan menjaga hubungan itu tetap sehat. Setiap orang sebenarnya mempunyai kapasitas untuk bersikap romantis, dan perbedaan perspaktif seharusnya tidak menjadi masalah yang besar. Jika anda tahu bagaimana pasangan anda ingin diperlakukan secara romantis, anda tinggal melakukannya pada waktu yang tepat, atau dengan cara yang sederhana (dan juga berarti) kapanpun anda bisa.

Dengan perbedaan-perbedaan unik yang ada, setiap orang juga mengekspresikan dan menerima ungkapan cinta dengan "bahasa" yang berbeda-beda. Ada yang melalui hadiah atau pemberian, sentuhan fisik (yang ini tidak selalu berarti mengarah ke hubungan seks lho), kata-kata dorongan semangat, waktu yang berkualitas, atau yang lainnya. Ini adalah perbedaan yang mendasar sekaligus penting untuk disadari setiap orang. Sudah sewajarnya anda mengetahui apa saja hal-hal atau tindakan yang berarti dan memberi inspirasi bagi pasangan anda, yang membuatnya bahagia, merasa dicintai, dan dihargai. Sehingga ketika anda saling mengkomunikasikan cinta anda satu sama lain, hal ini akan menghasilkan relationship yang lebih efektif dan lebih dapat dinikmati.

Lalu bagaimana saya dapat bersikap romantis ?

Ketahuilah hal sederhana ini, wanita pada dasarnya tidak mengharapkan pasangannya menjadi seorang pangeran yang menawan dan super romantis, namun mereka masih membutuhkan 2 hal sederhana dari pria yang spesial dalam hidup mereka: pengakuan bahwa mereka dicintai dan perkataan atau tindakan yang menunjukkan bahwa mereka itu istimewa bagi si pria.

Romantisme bukanlah hal yang dilakukan hanya setahun 2 kali atau hanya pada hari-hari khusus saja. Romantisme tidak selalu berupa perhiasan, coklat atau bunga mawar. Romantisme tidak berarti harus membelikan sesuatu yang mahal atau menghabiskan waktu berjam- jam dari satu hari anda. Bersikap romantis bisa saja dilakukan dengan menyelipkan pesan bertuliskan 5 hal yang anda sukai dari dia ke tasnya, membelikan kue kesukaannya saat anda tahu dia sedang menginginkannya, mendengarkan dengan perhatian tidak terbagi dan menatap matanya saat dia sedang bercerita pada anda, menyemangati si dia (lewat sms atau telepon) saat dia akan melakukan presentasi, memperhatikan perubahan potongan rambutnya, atau hal-hal lain yang lebih spesifik, sesuai dengan "bahasa cinta" pasangan anda. Karena romantisme adalah tentang membagikan dan memberi bagian diri anda, kombinasi dari perbuatan dan kata-kata yang menyatakan bahwa anda mencintai pasangan, dengan tujuan agar dia tahu bahwa dia begitu berharga dan istimewa bagi anda. Bersikaplah romantis karena anda memang berniat melakukan nya, karena anda mencintainya dan ingin membawa sukacita dalam hidupnya.

Masih berpikir romantisme itu berlebihan?


Lima Bahasa Cinta

"Duh pusing deh, udah dikasih kado kok malah ngambek... Ya gue tau akhir-akhir ini gue emang lagi sibuk... tapi kenapa sih susah banget bikin dia ngerasa kalo gue bener-bener sayang sama dia?"

Pernah nggak mengalami "stuck" dalam menyatakan rasa sayang anda pada pasangan? Semua cara yang anda tahu sudah dicoba tapi tetap saja anda melihat pasangan anda sepertinya tidak bisa merasa yakin bahwa anda saying padanya. Hmm... mungkin bahasa cinta pasangan berbeda dengan bahasa cinta anda. Nggak heran, kalau memang bahasanya berbeda, bagaimana bisa "nyambung"?

Gary Chapman menjabarkan dalam bukunya, bahwa ada 5 jenis bahasa kasih, yaitu:

Words of Affirmation (Perkataan Membangun)

Ada beberapa orang yang merasa disayang lewat perkataan. Kata-kata positif, dorongan semangat, dan pujian membuat mereka merasa dicintai. Lidah kita mempunyai kuasa untuk membangkitkan atau menjatuhkan seseorang. Kata-kata yang membangun bukan hanya digunakan saat seseorang sedang "down", cobalah untuk mengatakan hal-hal yang baik pada orang-orang di sekeliling anda.

Gifts (Pemberian Hadiah)

Dari dulu, gift atau kado selalu diberikan sebagai tanda sayang. Tapi ada orang-orang tertentu yang sangat senang dan merasa dicintai jika mereka menerima pemberian atau kado dari orang yang spesial dalam hidup mereka. Kado yang diberikan bukan untuk menutupi atau menghilangkan kesalahan anda, tapi harus tulus sebagai tanda kasih dan menunjukkan kalau anda ingat akan mereka dan ingin mereka memiliki kado tersebut karena anda mengasihi mereka.

Acts of Service (Tindakan Kasih)

Alkitab menceritakan bagaimana Tuhan Yesus melayani murid-muridNya dengan membasuh kaki mereka. Tuhan mengajarkan mereka untuk melayani dengan kasih, bukan karena paksaan. Jika pasangan atau beberapa orang dalam keluarga anda merasa dikasihi karena anda melayani mereka dengan misalnya membuatkan mereka minuman kesukaan mereka, mengambilkan piring dan peralatan makan saat mereka mau makan, dan lain-lain, itu menandakan bahwa inilah bahasa kasih mereka.

Quality Time (Waktu Berkualitas)

Makna dari "quality time" adalah kebersamaan atau togetherness. Di sini, anda diminta untuk memusatkan perhatian. Jika anda sedang berjalan berdua dengan pasangan anda, tapi anda malah sibuk berbicara dengan orang lain di telpon atau ber-sms-an ria, tidak heran jika pasangan anda marah. Fokuskan waktu dan perhatian anda hanya untuk dia.
Orang-orang yang mempunyai bahasa kasih berupa quality time biasanya lebih mementingkan waktu kebersamaan yang tidak terbagi dibanding bahasa kasih yang lainnya untuk merasa dicintai.

Physical Touch (Sentuhan)

Sentuhan fisik bisa berupa pelukan, pegangan tangan, belaian di punggung, dan masih banyak lagi. Pelukan bisa membuat orang merasa disayang. Tapi hati-hati karena sentuhan fisik dapat menciptakan atau menghancurkan suatu hubungan. Kita juga harus tahu situasi dan kondisi saat kita mengkomunikasikan bahasa kasih yang satu ini.

Coba deh praktekkan kelima bahasa kasih di atas kepada orang-orang di sekitar anda seperti orang tua, teman, atau pasangan anda. Pelajari bahasa kasih mereka sehingga anda tidak akan bingung lagi bagaimana caranya untuk membuat mereka tahu bahwa anda mengasihi mereka.

Rabu, 31 Oktober 2007

Sering dapet something like this.......

♥.•*:•.♥If kisses were water, I will give u a sea. ♥.•*:•.♥ ♥.•*:•.♥If hugs were leaves, I will give u a tree.♥.•*:•.♥ ♥.•*:•.♥If LIFE was a planet, I will give u a galaxy.♥.•*:•.♥ ♥.•*:•.♥If friendship is life, I will give u mine.♥.•*:•.♥ ♥.•*:•.♥Best Friends Week♥.•*:•.♥ Send this to all ur good friends. ♥.•*:•.♥Even me, if i am one of them.♥.•*:•.♥ See how many u get back. If u get it back, so the person and you are really lovable..

Senin, 29 Oktober 2007

LOVE vs LIKE

Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan harus dipertahankan jika memang
udah sepadan.

Seperti kata kata berikut,

CiNTA tak pernah akan begitu indah jika tanpa persahabatan. ....
yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya... adalah iRREVERSIBLE. .....

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.
Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.

Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang. Begitu juga dalam kasus kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti.

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta. Mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita. Tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya kamu akan menangis jauh lebih pedih... karena saat itu menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi....

Cinta itu sebuah jalan. Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen. Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja. Cinta tak harus berakhir bahagia, karena cinta TiDAK HARUS berakhir

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan dan mengerti apa yang tidak dijelaskan,
sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran... melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika kamu
demikian, kamu bukan mencintai, melainkan investasi.

Ji ka kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai.. . .melainkan memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu cintai
dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai karena egomu yang tak berguna itu..

Bagaimana aku akan berkata "SELAMAT TINGGAL ".... kepada seseorang yang tidak pernah aku miliki ??

Kenapa tetes air mata jatuh demi seseorang yang tidak pernah menjadi kepunyaan ku ??
Kenapa aku merindukan seseorang yang tidak pernah bersamaku dan kubertanya, Kenapa aku mencintai seseorang yang cintanya tidak pernah untukku ??
Sangat sulit bagi dua orang yang mencintai satu sama lain ketika mereka tinggal dalam dua dunia yang berbeda..... ..... Tapi ketika kedua dunia ini melebur dan menjadi satu, itulah yang disebut KEAJAIBAN !!

Jangan mencintai seseorang seperti bunga karena bunga mati kala musim berganti, Cintailah mereka seperti angin, sebab angin bertiup selamanya... .....

Cinta mungkin akan meninggalkan hati mu bagaikan kepingan2 kaca, tapi tancapkan
dalam pikiranmu, bahwa ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal luka mu dengan mengumpulkan kembali pecahan- pecahan kaca itu sehingga kamu akan menjadi utuh kembali..... .

"Dream can change, but Love is forever"
LoVe Or LiKe ???
Don't EVER leave the one you love for the one you like

because the one you like will leave you for the one they love...

.:.:.:.

Jumat, 26 Oktober 2007

Mencintai Atau Dicintai....?????

"Lebih baik kalau kamu dicintai laki- laki, karena lama-lama kamu pasti bisa luluh dan nanti kamu juga bisa mencintai dia... daripada kamu mencintai dan mengejar laki-laki...kalau nggak bersambut nanti kamunya
yang sakit..." Pernah menerima advice semacam itu dari sahabat wanita atau ibu anda?

Nasehat itu ada benarnya, tapi tidak bisa juga disebut 100% benar... sebuah relationship disebut "relationship" karena hubungan itu dijalin oleh 2 orang yang terlibat di dalamnya. Ada 2 pihak yang "saling", bukan hanya 1 pihak saja. Relationship adalah bentuk hubungan 2 arah, bukan hanya 1 arah. Jika hanya 1 pihak yang mencintai, apakah itu bisa disebut sebagai relations hip? Jika hanya 1 pihak yang memberi dan pihak lainnya hanya terus menerima, apakah itu bisa disebut sebagai relationship?

Adanya tekanan dari lingkungan sosial maupun dari keinginan pribadi untuk segera mempunyai pasangan dan menikah, seringkali membuat wanita menjadi terburu-buru untuk memulai hubungandan atau meresmikan hubungan dengan pria. Bahkan sekarang, pihak wanita yang bergerak lebih dulu untuk "menembak" atau menyatakan
perasaannya kepada pihak pria juga sudah tidak dianggap hal yang tabu lagi seperti dahulu. Sementara itu,ada juga para wanita yang memegang prinsip bahwa sudah sewajarnya pria-lah yang memulai dan "memperjuangkan"
wanita, bukan sebaliknya. Nasehat seperti yang tertulis di atas itulah salah satu buktinya.

Alasan mengapa nasehat itu sebagian benar, karena pada dasarnya seorang pria diciptakan untuk menjadi pemimpin, untuk menjadi kepala keluarga. Pria memang didesain untuk menjadi seorang "pejuang". Jika seorang pria mempunyai satu tujuan dan dia melihat bahwa sesuatu itu penting
untuk diperjuangkan, maka dia akan maju dan "berjuang" dengan sendirinya. Hal ini juga berlaku dalam relationship dan hubungan dengan wanita. Seorang pria mungkinmembutuhkan nasehat dan dorongan dari pihak lain dalam memulai serta membina hubungan dengan wanita yang dia ingin
dekati, karena tidak semua pria terbiasa bergaul dengan banyak teman
wanita atau mengetahui bagaimana cara bersikap pada seorang wanita yang spesial. Namun ini adalah sebuah proses yang wajar, yang harus dilalui oleh seorang pria, agar dia dapat bersikap seperti seharusnya seorang pria bersikap. Jika pihak wanita terburu-buru dan mengambil alih tanggung jawab yang seharusnya dilakukan oleh pria, ada beberapa konsekuensi yang mungkin akan menjadi
sesuatu yang mengganjal di hati salah satu pasangan atau keduanya dan menjadi masalah di kemudian hari, karena hal ini tidak sesuai dengan rancangan awal Tuhan mengenai peranan
pria dan wanita.


Nasehat itu juga tidak sepenuhnya benar, karena sebuah relationship merupakan hubungan yang dijalin oleh seorang pria dan wanita yang saling mencintai. Mungkin nasehat di atas populer pada generasi orang tua atau kakek nenek kita, terutama saat seorang wanita ingin memutuskan dengan
siapa dia akan menikah. Namun menuruti nasehat itu sepenuhnya juga bisa berarti gambling, karena jika seorang wanita mau saja menikah asalkan pihak prianya "cinta mati" pada dia (sementara dia tidak mempunya perasaan apapun), dia tidak tahu pasti apakah nantinya dia juga akan mencintai pria ini atau tidak. Kalau iya bagus, tapi kalau tidak? Padahal pernikahan adalah
komitmen seumur hidup... 24 jam sehari, 7 hari seminggu, setiap hari mereka akan terbangun di tempat tidur yang sama... apakah bukan "penderitaan" namanya jika kita terpaksa harus menghabiskan sisa hidup kita dengan seseorang yang tidak kita cintai? Belum lagi konsekuensi psikologis yang mungkin timbul karena pasangan anda merasa tertipu ketika mengetahui bahwa anda tidak pernah mencintain ya...

Memang cinta bukanlah satu-satunya alasan untuk menikah, cinta juga bukan satu-satunya dasar bagi sebuah relationship, karena dalam pernikahan, cinta harus bergandengan tangan dengan komitmen, saling menghormati dan tanggung jawab. Namun tanpa cinta, sebuah relationship bukanlah relation ship yang dalam dan bermakna... karena Tuhan menginginkan seorang pria dan seorang wanita yang Dia satukan dalam pernikahan dapat hidup berbahagia, dan rancanganNya
tentang pernikahan itu indah. Mengapa kita mau menerima kualitas yang tidak terlalu baik padahal Tuhan ingin kita menikmati kualitas yang terbaik?


Mencintai atau dicintai? Dua-duanya adalah pilihan yang tepat jika anda mengalaminya secara bersamaan dengan satu orang yang tepat...